Just another alif site

Sehari di Semarang

Perjalanan kali ini terjadi di November 2007. Karena waktu itu belom nge-blog, ya saya ceritakan saja sekarang:)  Sebenarnya trip ini merupakan trip sisipan dari acara dinas yang berdurasi 3 hari. Kebetulan ada waktu kosong di hari terakhir sebelum flight balik ke Jakarta pada malam harinya.

Ini merupakan kedua kalinya saya maen ke kota Semarang, pertama kali dulu kayaknya pas SD, pergi rame2 ama keluarga besar pas lebaran. Sejarah kota Semarang ini berawal dari didirikannya sebuah pesantren atas suruhan Sunan Kalijaga pada masa Kesultanan Demak pada tahun 1547. Perkembangan pesat kota Semarang menjadi kota perdagangan terjadi pada tahun 1705, dimana Semarang dijadikan objek tukar guling oleh Susuhunan Pakubuwono I atas utang kerajaan Mataram kepada VOC. Jadi wajar saya apabila di Semarang masih banyak kita temukan bangunan peninggalan VOC. Pada jaman kolonial VOC, Semarang diubah menjadi kota pelabuhan yang dilengkapi dengan jalur kereta api untuk melancarkan distribusi hasil perkebunan.

Bangunan peninggalan VOC yang paling legendaris di Semarang tentu saja adalah Lawang Sewu. Bangunan indah ini kerap kali dijadikan lokasi syuting film seperti Ayat-Ayat Cinta, dll. Kaca Mosaic Jendela Lawang Sewu masih terlihat indah, walaupun gedung ini terlihat kusam. Lawang sewu sendiri merupakan bahasa jawa dari “pintu seribu”, dimana memang bangunan ini memiliki banyak pintu, dan jendelanya pun besar-besar sehingga banyak penduduk yang mengira jendela gedung ini juga pintu. Gedung ini mulai dipakai pada tahun 1901 sebagai kantor pusat NIS (Nederlandsch Indische Spoor-weg Maatschapij). NIS ini merupakan cikal bakal PT KAI (Kereta Api Indonesia). Untuk menemukan gedung ini sangat mudah, karena lokasinya tepat di dekat perempatan Tugu Muda.

Lawang Sewu

salah satu lorong Lawang Sewu

Salah satu tempat yang wajib dikunjungi adalah kuil Sam Poo Kong. Penduduk sekitar juga sering menyebutnya dengan Gedung Batu, karena disitu terdapat Goa Batu Besar yang konon kabarnya merupakan tempat Laksamana Cheng Ho bertapa. Laksamana Cheng Ho datang dari China dengan armada kapal sebanyak 200-an. Cheng Ho atau disebut juga Zheng He masuk Islam ketika melakukan ekspedisi ke Malaka. Peta perjalanan Laksamana Cheng Ho ini ke selat Malaka (Malaysia, Palembang, Semarang) juga saya lihat ketika saya ke Museum Ming Tomb di Beijing.

Goa Batu

Relief Kedatangan Armada Laksamana Cheng Ho

patung Laksamana Cheng Ho

Setelah mengunjungi obyek peninggalan VOC dan kebudayaan China, saya putuskan untuk mencari tempat yang bernuansa Islam, sekalian mau sholat juga. Jadi saya pilih untuk mengunjungi Masjid Agung Semarang. Masjid ini merupakan masjid terbesar di kota Semarang, bangunannya sendiri agak melipir di pinggiran kota. Masjid ini dilengkapi dengan 6 payung raksasa di halaman depannya. Payung ini dapat otomatis terbuka apabila hujan turun.

payung raksasa

Masjid Agung Semarang

Rasanya tak lengkap kalau pergi ke suatu tempat tak menikmati kulineran khas kota tersebut. Untungnya saya menginap di dekat Simpang Lima, jadi cukup jalan kaki saja saya menikmati berbagai makanan menarik ditemani oleh minum teh poci yang hangat:)

nasi ayam Simpang Lima

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: