Just another alif site

Kali ini saya akan menceritakan perjalanan bersama teman-teman dari milis indobackpacker di Mei 2007. Sebelum trip ini, kami belum kenal satu sama lain. Pertemuan kami diawali oleh ajakan salah seorang peserta yang menawarkan trip melihat perayaan Waisak di Borobudur. Sebelum meng-iyakan tawaran tersebut, saya selidiki dulu latar belakang orang yang tsb dengan browsing email dia di facebook dan friendster. Setelah melihat profile nya, saya yakin dia orang baik. Dan di kemudian haripun kami berteman baik sampai sekarang.

Waisak adalah hari suci umat Buddha. Waisak mempunyai makna tersendiri buat saya, karena saya terlahir di hari Waisak. Waisak selalu dirayakan pada bulan Mei, di malam bulan purnama. Waisak sendiri merupakan peringatan atas 3 peristiwa penting dalam perjalanan Sang Buddha (Trisuci Waisak), yaitu lahirnya Pangeran Siddharta, transformasi pangeran Siddharta menjadi Budha di Bodhgaya, dan wafatnya Budha Gautama.

Peringatan Waisak di Indonesia dipusatkan di Candi Borobudur. Borobudur yang terletak di Magelang Jawa Tengah ini dibangun sekitar tahun 800 SM pada masa dinasti Syailendra. Pembangunannya dimulai oleh Raja Samaratungga dan diselesaikan oleh putrinya, yaitu Ratu Pramudawardhani. Candi ini pernah di bom oleh ekstrimis Islam pada tahun 1985. Pada tahun 1991, Borobudur ditetapkan menjadi salah satu warisan dunia oleh UNESCO.

Peringatan Waisak ini diawali dengan prosesi pengambilan air berkat di Temanggung dan penyalaan obor dari sumber api abadi Mrapen. Tapi proses tersebut tidak kami ikuti karena jalanan yang sudah sangat ramai oleh masyarakat yang menunggu pawai para Biksu dan acara kesenian. Jadi kami putuskan untuk ikut berdiri di tepi jalan untuk menikmati rangkaian acara. Acara pawai ini cukup lama, karena memang pesertanya sangat banyak. Dari mulai barisan para Biksu, acara kesenian daerah, dan pawai kostum tokoh-tokoh cerita China (Monkey King, 3 Kingdom, dll).

Relik Sang Buddha

parade para biksu dari berbagai negara ASEAN

Kesenian Reog Ponogoro pun turut serta

Monkey King

Barongsai

Hari menjelang sore, dan kami pun bergegas ke candi Borobudur untuk mengikuti rangkaian acara selanjutnya. Inti acara di malam hari adalah semedi pada detik-detik puncak bulan purnama, dan pelepasan lampion ke langit Borobudur. Presiden SBY pun datang sekitar jam 8 untuk memberi sambutan peringatan Waisak, kemudian dilanjutkan dari pentas drama oleh para peserta yang tadi siang ikut pawai dengan kostum-kostum cerita Monkey King. Acara berlansung dengan damai dan lancar, sesuai dengan spirit Buddha.

altar dengan background Candi Borobudur

indahnya Borobudur di malam hari

prosesi doa dan penyalaan lilin

hm, ini biksu dari mana yah?

doa di malam purnama

lampion membentuk garis-garis merah di langit

Comments on: "Damainya Waisak di Borobudur" (2)

  1. Wah pasti jadi pengalaman tersendiri mendatangi situs budaya saat sedang acara sakral!

  2. Saya dari dulu dulu pengen nonton perayaan waisak mulai dari ngambil apinya tapi belum kesampaian. Sepertinya tahun depan mau lihat urutan acaranya secara utuh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: