Just another alif site

Ada sebuah film China yang saya tonton di TV membuat kesan mendalam buat saya, The Last Emperor: Puyi. Film ini menceritakan kehidupan akhir dari kisah dinasti China dengan mengambil tempat Forbidden City sebagai latar belakang film.
Kesempatan untuk melihat lansung kompleks istana terluas di dunia ini (72 Hektar) mampir ke kami pada April 2011. Forbidden City merupakan nama populer dari kompleks istana yang menjadi pusat pemerintahan dari zaman dinasti Ming hingga dinasti Qing. 24 kaisar pernah hidup disini, 14 kaisar pada masa dinasti Ming, dan 10 kaisar pada masa dinasti Qing. Untuk menuju ke lokasi ini sangat mudah, karena letaknya berada di jantung kota Beijing. Setelah jalan-jalan ke Tiananmen Square, saya melanjutkan kunjungan wisata sejarah ke Forbidden City.
Kompleks ini dibangun pada tahun 1406 sampai 1420, dengan maksud menghidupkan kembali Beijing sebagai pusat pemerintahan China, setelah beberapa saat sempat dipindahkan ke Nanjing. Beijing sendiri berada di sebelah utara China dan Nanjing berada di sebelah selatan China. Penggunaan istilah Forbidden City sendiri dimulai ketika The Last Emperor Puyi diasingkan di kompleks istana ini atas kesepakatan dengan Pemerintahan baru RRC pada tahun 1912.
Pada masa invasi Jepang ke China, Forbidden City menjadi tempat evakuasi barang-barang yang dianggap harta karun atau warisan budaya kerajaan. Beberapa koleksinya ada yang dilarikan ke Taiwan di masa perang sipil China. Di Taiwan sendiri, barang-barang dari Forbidden City disimpan di National Palace Museum of Taipei.

Setelah melewati Tiananmen, kita akan bertemu dengan Meridien Gate. Gate ini mempunyai 5 pintu, dimana pintu paling tengah merupakan Imperial Way. Pada masa lalu, hanya kaisar yang boleh lewat pintu ini, permaisuri pun hanya boleh lewat pintu ini di hari pernikahannya dengan kaisar.

Meridien Gate

Untuk mendapatkan jasa pemandu otomatis, disediakan alat semacam walkman, yang tersedia dalam berbagai macam bahasa. Tapi karena rada mahal, jadi kami putuskan untuk ga pakai alat tersebut. Di berbagai tempat wisata di China tersedia alat pemandu otomatis semacam ini, dan disana pun saya tidak melihat adanya pemandu wisata liar seperti di Indonesia. Berwisata di Beijing sangatlah nyaman.

Mengunjungi Forbidden City ini sangat melelahkan, karena kompleks ini terdiri dari 980 bangunan, dan ribuan ruangan. Ada beberapa main hall kaisar di dalam kompleks ini yang peruntukannya beda-beda. Ada yang untuk tidur siang atau istirahat siang, ada yang untuk latihan, dll. Salah satu dari beberapa hall tersebut adalah The Hall of Preserving Harmony. Hall ini merupakan salah satu dari 3 hall yang ada di outer court Forbidden City. Hall ini digunakan untuk latihan ceremoni, dan menjadi tempat ujian akhir Imperial Examination. Imperial Examination sendiri merupakan ujian bagi para officer administasi untuk menjadi pejabat birokrasi (semacam gubernur).

inside Hall of Preserving Harmony

Hall of Supreme Harmony

Di beberapa sudut hall dapat kita temukan tong-tong besar. Tadinya tong ini digunakan sebagai wadah untuk menyimpan air, yang disiapkan untuk memadamkan api. Karena bangunan hall-hall di forbidden city ini banyak menggunakan unsur kayu, jadi mudah terbakar apabila suatu saat mendapat serangan. Beberapa ornamen menarik lainnya adalah jam matahari, saya sendiri masih belom ngerti cara baca jam nya :p

tong air pemadam api

Jam Matahari

Di bagian belakang Forbidden City, terdapat Imperial Garden. Ada yang menarik disini, yaitu 2 buah pohon yang usianya sendiri katanya sama dengan usia Forbidden City. Pohon ini sering disebut oleh wisatawan sebagai Wedding Tree, karena bentuk uniknya 2 pohon ini yang tampak serasi bergandengan tangan. Kamipun berfoto di depan pohon ini, konon katanya yang foto ama pasangannya, maka hubungan mereka bisa abadi seperti pohon ini🙂

Wedding Tree

Di akhir kompleks Forbidden City, kita akan melewati gerbang belakang yang menghadap ke Jing Shan Park. Nama gerbang ini adalah Gate of Divine Might. Di atas gerbang tersebut terdapat tablet dengan tulisan China yang artinya “The Palace Museum”. Senang rasanya bisa mengunjungi tempat bersejarah yang menjadi salah satu bukti kebesaran kebudayaan Kerajaan China. Beda dengan nasib kerajaan Majapahit di Indonesia yang seperti tak berbekas, padahal klaim nya merupakan kerajaan paling besar di nusantara Indonesia.

Gate of Divine Might

tiket Forbidden City seharga RMB 60

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: