Just another alif site

Belitong Trip

Akhirnya kesampaian juga untuk bisa mengadakan trip ke Belitong.  Dengan bermodalkan promo dari Siriwijaya Air – BNI, kami dapat membeli tiket pesawat Jakarta – Tanjung Pandan PP dengan biaya 690rb. Mumpung masih belum masuk musim hujan, kami pun memilih tanggal 23-25 September 2011 untuk trip Belitong ini. Dibantu seorang kawan kantor yang memang orang asli Belitong, kami berkoordinasi dulu untuk transportasi darat dan lautnya selama disana. Hanya saja kami lumayan kesulitan mendapatkan penginapan. Akhirnya Hotel Martani terpilih menjadi penginapan kami selama 2 malam disana. Termasuk hotel yang direkomendasikan banyak backpacker karena lokasinya yang di tengah kota dan lumayan murah. Hotel ini termasuk yang tertua di Belitong, tapi menurut saya cukup oke karena lumayan bersih.

Flight pagi selalu menyiksa, karena harus bangun dini hari.  Karena naik flight yang jam 6.20 ,  kami pun berangkat dari rumah jam 4.30.  Untung ada teman kami yang sudah datang duluan, sehingga proses check in bisa dibantu. Flight pagi itu pun lancar dan kami tiba tepat waktu di Bandara Hanandjudin. Pengorbanan bangun pagi banget segera terobati dengan suguhan pemandangan yang memukau, walaupun ketika kami masih di udara.

Sunrise at Belitong Sky

Begitu datang, kami lansung check in dulu sekaligus menaruh barang di Hotel Martani. Setelah itu kami berburu Mie Belitong “Atep” untuk sarapan pagi kami. Harga per porsinya adalah Rp 9000. Beberapa foto selebritis yang pernah makan disini pun terpampang di dinding restoran. Menurut saya yang punya lidah Jawa Timur, mie nya kayak tahu campur tapi tanpa petis :p

Mie Belitong Atep

Perjalanan kami lanjutkan dengan menuju ke lokasi penambangan timah. Pulau Belitong memang terkenal dengan hasil timahnya. Dari semenjak kami di pesawat, kami bisa melihat bekas-bekas penambangan timah yang dibiarkan terbuka dan tidak direhabilitasi oleh penambang. Bekas-bekas galian ini membentuk kolam-kolam yang terisi oleh air hujan. Pemandangan kolam-kolam air bekas penambangan ini mengingatkan saya akan pemandangan akan kawah putih di Bandung Selatan.

kawah kaolin

Trip kami kali ini diikuti oleh 14 orang, dan untuk penerbangan dibagi dalam 2 kloter. 8 0rang terbang pagi, dan 6 orang sisanya terbang siang. Setelah kami menjemput kloter siang, kami melanjutkan perjalanan ke Belitong Timur lewat jalur tengah. Di tengah perjalanan, tak lupa kami menunaikan sholat Jumat di sebuah masjid kecil di tepi jalan. Perjalanan dari Tanjung Pandan ke Gantung sekitar 70 Km. Gantung, atau yang sering kita dengar dengan Gantong di film Laskar Pelangi merupakan nama kecamatan di Belitong Timur. Disini kami berkunjung ke lokasi SD Muhammadiyah yang digunakan untuk syuting film Laskar Pelangi. Saat kami kesana, tampak beberapa orang yang sedang melakukan perbaikan fisik bangunan.

SD Laskar Pelangi

Rekomendasi dari teman kerja kami yang di Belitong, kami harus mencoba kopi di Kedai Kopi Fatimah. Kopi yang disajikan disana merupakan khas olahan masyarakat Manggar. Konon Andrea Hirata (sang penulis buku Laskar Pelangi) selalu ngopi disana apabila sedang pulang kampung. Walaupun begitu bumi Belitong tidak mempunyai kebun kopi. Semua biji kopi didatangkan dari Lampung. Harga per gelas di Kedai Kopi Fatimah ini cukup murah, hanya 2 ribu rupiah saja.

kopi manggar Fatimah

Karena kami sudah terlanjur jauh-jauh ke Belitong Timur, maka kami manfaatkan untuk berkunjung ke Pantai Burung Mandi. Pasir putih terhampar luas dengan beberapa perahu nelayan yang sedang bersandar. Hal yang cukup mengganggu disini adalah ketidaktersedianya air bersih untuk toilet. Menurut wawancara dengan penduduk setempat, daerah tersebut susah untuk dibikin sumur, dan memang sudah berbulan-bulan tidak turun hujan. Sehingga para penduduk harus ke daerah pegunungan untuk mencari air bersih. Karena ada anggota rombongan yang udah kebelet banget, kamu memutuskan segera jalan pulang ke Kota Tanjung Pandan, sambil berharap menemukan masjid atau pom bensin yang bisa digunakan untuk numpang buang air. Dan ternyata, sepanjang perjalanan pun kami kesulitan mencari air bersih.

Sesampai di kota Tanjung Pandan, hari sudah malam. Atas rekomendasi dari rekan kerja kami, RM Sari Laut kami pilih sebagai tempat bersantap malam. Sesuai dengan namanya, restoran ini menyajikan aneka hidangan laut. Sebenarnya dari awal kami cukup ragu untuk masuk ke restoran ini, karena penampakannya cukup bagus untuk ukuran kantong kami, dan harga makanan pun tidak tertera di daftar menu. Alhasil setelah tagihan keluar, kami pun harus mengelus dada karena total tagihan 700ribuan, jauh dari budget kami. 1 kepiting dihargai 100ribu😦

Hari kedua trip kami dimulai pada jam 7.30 , ngaret 1 jam dari jadwal yang kami telah sepakati sebelumnya. Dengan bantuan 3 mobil operasional kantor yang libur pada hari sabtu, kami berangkat ke Tanjung Kelayang. Dari situ kami naik perahu kecil dengan ongkos sewa per-perahu 350 ribu. Karena anggota kami cukup banyak, kami menyewa 2 perahu kecil. Pulau-pulau kecil dengan batu-batu granit besar menjadi suguhan pemandangan yang indah sekali dan unik. Pulau-pulau yang sempat kami kunjungi adalah Pulau Tanjung Berlayar, Pulau Burung dan Pulau Lengkuas.

Tanjung Berlayar

Pulau Burung

Laut Belitong tak hanya indah dengan hamparan pantai pasir putihnya dan gugusan batu-batu granit raksasa, pemandangan bawah lautnya pun tak kalah menarik. Sambil menunggu makan siang kami disiapkan oleh para kru kapal di Pulau Lengkuas, kami pun snorkling tak jauh dari Pulau Lengkuas. Ikan warna-warni berenang diantara terumbu karang. Tadinya kami berencana untuk snorkling juga di Pulau Babi untuk melihat clown fish atau sering kita sebut ikan Nemo. Tapi berhubung arus kuat tiba-tiba datang, rencana pun gagal😦

Belitong underwater

Setelah bersantap siang, kami pun kembali berolahraga, yaitu olahraga naik tangga Mercusuar bekas peninggalan Belanda. Untuk masuk Mercusuar ini, kami harus cuci kaki dan menanggalkan alas kaki untuk bisa masuk ke Mercusuar. Hal ini dimaksudkan agar Mercusuar tidak dikotori oleh pasir-pasir dari kaki para pengunjung. Mercusuar ini memiliki 18 lantai, dan tinggi nya sekitar 70 meter. Usaha yang cukup berat untuk menaiki tangga ini terbayar dengan indahnya pemandangan yang kami dapat dari atas Mercusuar. Btw, di Pulau Lengkuas ini tidak ada air bersih, sehingga kalau mau menyelesaikan urusan buang air ya harus di laut🙂

Mercusuar Pulau Lengkuas

Untuk menutup wisata pantai di hari kedua, kami bergegas ke Pantai Tanjung Tinggi untuk mencari sunset. Ternyata pantai ini juga digunakan untuk syuting film Laskar Pelangi. Gugusan batu-batu granit besar tetap menjadi suguhan kami. Di lokasi ini terdapat air bersih dan musholla. Sehingga kami pun bisa menunaikan sholat sebelum matahari terbenam. Sayang sunset pada sore itu agak sedikit terganggu oleh awan tebal di horizon.

tanjung Tinggi

Sunset at Tanjong Tinggi

Hari ketiga kami gunakan untuk wisata kota di sekitar hotel. Tak lupa kami juga membeli beberapa oleh-oleh khas Belitong, terutama bubuk kopi Manggar🙂 Bahkan ketika sampai di bandara pun kami masih membeli cinderamata berupa kaos dengan tema Belitong. Desain kaos yang dijual di bandara ini cukup bagus, dan harganya pun cukup reasonable, yaitu 75ribu. Trip kali ini nyaris sempurna, sayang ada 1 insiden dimana beberapa orang dari rombongan kami terpaksa pulang keesokan harinya karena pesawat Sriwijaya mengalami robek di badannya akibat terbentur tangga. Walaupun begitu, kami semua puas dengan suguhan pemandangan alam Belitong. Apalagi di perjalanan pulang pun saya mendapat bonus pemandangan indah cakrawala🙂

cakrawala

Untuk foto-foto lebih lengkap, silakan klik disini : https://picasaweb.google.com/100405355483547146116/Belitong#

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: