Just another alif site

Masjid Raya Baiturrahman dibangun pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda pada tahun 1612 sebagai pusat ibadah rakyat Aceh yang 100% beragama Islam. Pada tahun 1873, peluru meriam Belanda yang ditembakkan dari Kampung Meuraxa sempat memporakporandakan masjid ini. Untuk mengambil hati rakyat Aceh, 4 tahun kemudian Masjid ini dibangung kembali oleh Belanda dengan 3 kubah. Selanjutnya diperluas menjadi 5 kubah pada masa pemerintahan Gubernur A. Hasymy dan terakhir Gubenur Ibrahim Hasan memperluas hingga menjadi 7 kubah.

Masjid ini merupakan saksi bisu kedasyatan gempa dan tsunami yang terjadi di Aceh pada 26 Desember 2004. Masjid ini masih berdiri kuat walaupun bangunan lain di sekitarnya hancur tersapu gelombang tsunami.

Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh

 

Comments on: "Masjid Raya Baiturrahman, saksi bisu tsunami Aceh" (1)

  1. Asli mana mbak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: