Just another alif site

Dari berbagai pamflet rafting yang ditawarkan di beberapa sudut Kuta-Bali, yang selalu ditawarkan adalah paket rafting di Sungai Ayung – Ubud. Pemandangan alam Ubud yang dihiasi dengan sawah-sawah terasiring seakan sudah membayangi benak kami. Kami lansung menghubungi salah satu operator rafting yang bernama Lapama. Sayang, sungai Ayung sudah penuh. Kamipun ditawari untuk rafting di sungai Telagawaja di daerah Karangasem. Hm, selama ini yang saya tahu Karangasem merupakan pelabuhan untuk menyeberang ke pulau Lombok. Setelah googling akan sungai Telagawaja, kami pun terpaksa menerima tawaran tersebut karena tidak ada pilihan lain. Paket yang kami ambil seharga Rp 250ribu , sudah termasuk transport Hotel-Telagawaja PP, rafting+pemandu, makan siang, dan sewa handuk di end point rafting.

Perjalanan dari Kuta ke Karangasem memakan waktu 2,5 Jam.  Kami berangkat dari hotel sekitar jam 8.30. Mobil yang disediakan dari Lapama Rafting berupa Izusu Elf. Lumayan lega untuk rombongan kami yang berjumlah 8 orang. Sesampai di Telagawaja, rombongan kami dibagi dalam 2 perahu. Sebelum turun ke sungai, barang-barang berharga seperti dompet, HP, kamera disimpan di dry bag yang ikut dibawa bersama perahu karet yang kami pakai. Sedangkan tas ditaruh di mobil, dimana mobil yang kami tumpangi tadi akan stand by di end point.

Menurut saya arus nya kurang menantang karena memang sudah lama tidak turun hujan, sehingga debit air kurang begitu deras. Walaupun begitu, arus sungai sudah cukup untuk mendorong perahu karet kami membentur batu-batu kali, keadaan ini membuat kami tidak banyak mendayung selama 2 jam perjalanan rafting. Air sungai sangat bening, dibandingkan dengan pengalaman saya sebelumnya rafting di sungai Citarik – Sukabumi. Tidak beberapa lama setelah kami mulai rafting, kami lansung disuguhi pemandangan alam Bali yang eksotis. Sawah-sawah terasiring seperti di Ubud menghiasi pemandangan kiri-kanan sungai. Batu-batu besar di beberapa sisi sungai menjadi handy cap menarik untuk menabrakkan perahu karet. Di beberapa point, kami harus merebahkan badan untuk melewati jembatan bambu yang membentang rendah di sungai dan dahan-dahan pohon yang menjulur ke tengah sungai.

Beberapa mata air yang membentuk air terjun mini banyak kami temukan, baik yang hanya di pinggir sungai, sampai dengan air mata yang jatuh di tengah-tengah sungai hingga kami merasa masuk di shower sungai Telagawaja. Di tengah perjalanan kami merapat di sebuah lokasi peristirahatan. Tiap operator rafting memiliki tempat peristirahatan sendiri-sendiri di sungai ini, beruntung kami mendapat tempat peristirahatan dengan pemandangan yang fantastis. Air mata yang mengucur deras di sebuah batu karas raksasa menghiasi dinding sungai. Kami pun mandi dan foto-foto narsis. Disini terdapat penduduk lokal yang menjual minuman kaleng bersoda seharga 20rb, dan untuk sekaleng bir bintang dihargai 30rb.

mini waterfall Telagawaja

Rafting di Telagawaja ternyata lebih seru dibanding di Ayung Ubud, karena di sungai ini, kami disuguhi medan drop off setinggi 5 meter-an. Sebelum terjun, kami diperintahkan untuk merebahkan badan dan menaruh kaki kami tiduran di perahu, sehingga badan kami tidak banyak bergerak ketika perahu menghujam ke bawah. Pengalaman yang cuma berlansung beberapa detik ini menjadi momen yang seru!

drop off 1

drop off 2

Lokasi endpoint tiap operator rafting berbeda-beda. Lapama Rafting memiliki endpoint terjauh dibanding operator lain. di endpoint Lapama, terdapat dinding sungai berupa batu besar yang harus kami panjat setinggi 2 meter. Kami pun beradu lompat bebas dengan para turis dari India di batu besar ini.

Setelah merapat di endpoint, kami harus menaiki 200 anak tangga, cukup membuat badan sempoyongan karena badan yang masih basah diterjang oleh angin dingin lembah Telagawaja. Sesampai diatas, terdapat beberapa kamar mandi sederhana yang cukup bersih, dilengkapi dengan shower dan sabun mandi. Handuk kering pun tersedia untuk masing-masing peserta sehingga kita tidak perlu membawa perlengkapan mandi dari hotel. Setelah mandi, kami pun menyantap hidangan makanan siang sambil menikmati pemandangan hijaunya sawah-sawah terasiring.

lunch time

Untuk foto-foto lebih lengkap, silakan klik disini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: