Just another alif site

Archive for January, 2012

Wisata Bahari ala QuickSilver Cruise

Quicksilver Bali merupakan paket wisata laut terpadu dengan menggunakan Cruise.  Untuk menikmati paket wisata ini, kita harus pergi terlebih dahulu ke Tanjung Benoa. Dari situ kita akan menaiki sebuah Cruise untuk kemudian berlabuh di sebuah pontoon raksasa di daerah Pulau Nusa Penida. Quicksilver Cruise rutin berlayar setiap hari nya dari Tanjung Benoa sekitar jam 8:30 .
Selama 2 jam perjalanan di laut, para pengunjung akan dihibur oleh pertujukkan dari para kru kapal. Sesampai di Nusa Penida, Cruise akan merapat di sebuah pontoon yang telah dimodifikasi menjadi sebuah hall untuk makan, dilengkapi dengan beberapa sarana permainan laut seperti water sliding (perosotan), banana boat, snorkling dan diving. Untuk paket diving, peserta akan dikenakan charge tambahan.

quicksilver bali cruise

Sebelum beraktivitas olahraga air, pengunjung akan digiring dulu untuk naik ke perahu kecil, dimana kita akan berpindah ke kapal yang memiliki lambung kapal dengan jendela-jendela untuk observasi kehidupan di bawah laut. Disini kita dapat melihat ikan-ikan tuna besar berenang mengelilingi kapal, seakan-akan menggoda kita untuk segera berenang bersama mereka.

Pengamatan ikan dan koral dengan kapal semi submersible

Tujuan berikutnya adalah Pantai Toya Pakeh. Disini terdapat desa wisata binaan Quicksilver. Selain melihat proses pembuatan kerajinan Bali, kita akan dihibur juga oleh pertunjukkan sabung ayam, yang merupakan kebiasaan masyarakat Bali jaman dulu. Untuk pengunjung yang ingin berolahraga, disediakan juga lapangan voli pantai.

sabung ayam di desa wisata Toya Pakeh

Dari Desa Toya Pakeh, kami kembali ke pontoon, dimana sudah disediakan makanan siang prasmanan. Dan untuk yang sudah tak tahan ingin nyebur ke laut, bisa lansung berganti baju untuk snorkling, banana boat, atau water sliding. Untuk yang ingin snorkling tapi gak bisa renang, disediakan pelampung badan dan lintasan snorkling dengan menggunakan tali tambang. Jadi pengunjung dapat menggunakan tali untuk menyusuri koral-koral indah. Tali ini sangat berguna terlebih jika arus laut sedang kencang.

water sliding

Untuk menikmati semua kegiatan diatas, kita dikenakan biaya 590 rb / orang. Ada rate khusus bagi keluarga / rombongan. Beberapa hal yang perlu kita bawa untuk menikmati wisata ini adalah:

  1. baju renang, ya masa udah jauh-jauh ke laut gak nyebur 🙂
  2. Sunscreen lotion, biar kulit kita gak terbakar oleh sinar matahari laut.
  3. handuk, jadi di cruise ini tidak disediakan handuk. bawa saja handuk kecil dari hotel agar tidak menuh-menuhin tas.
  4. kamera underwater, biar bisa foto-foto ama ikan-ikan lucu pas kita lagi snorkling.

snorkling at nusa penida

Untuk informasi lebih lanjut, bisa dibuka website mereka di http://www.quicksilverbali.com .

Piknik ke Curug Bojong Koneng

Curug Bojong Koneng, merupakan sebuah air terjun di daerah Sentul-Bogor. Perjalanan ke sana hanya 1 jam-an dari rumah. Walau kesannya perjalanannya tidak butuh waktu yg lama, tapi perjuangan untuk menuju ke lokasi sungguh berat. Terlebih karena kami menggunakan mobil sedan matic.
Dari Bintaro, kami melewati tol Serpong-JORR kemudian masuk ke tol Jagorawi. Pilih pintu keluar tol Kedunghalang (KM 37), atau biasa kita kenal sebagai pintu tol Sentul City. Setelah membayar tol, kita akan ketemu pertigaan, apabila belok kiri kita ke perumahan Sentul City, kalau ke kanan akan mengarah ke tol Lingkar Bogor. Dari pertigaan tersebut ambil ke kiri ke arah perumahan Sentul City. Ikuti saja jalan tersebut sampai ke Bukit Sentul, kemudian apabila sudah bertemu dengan pertigaan dimana ada BTS Combat Telkomsel, ambil jalan ke kanan atau ke arah desa Bojong Koneng. Disinilah mulai ujian dalam hal mengemudi. Jalanan disini sempit, terkadang hanya cukup dilalui oleh 1 mobil. Paling apes kalau lagi di tanjakan terjal, tiba-tiba mobil harus melambat untuk berhimpitan dengan mobil yang berlawanan arah. Di beberapa ruas jalan, kita dapat menikmati landscape Gunung Geulis dan Gunung Bunder, tapi hati-hati jangan terlalu terlena dengan pemandangan alam karena jurang yang cukup terjal berada di sisi jalan. Apalagi di beberapa tikungan terdapat blind spot, jadi kita harus pelan-pelan dan sedikit main klakson untuk berjaga-jaga. Perjalanan yang tadinya full aspal, segera berubah menjadi jalan makadam di 1 Km terakhir menuju lokasi. Nah, disinilah yang menjadi PR karena ada tanjakan dan turunan dimana kita harus pelan-pelan karena jalanannya tidak beraspal. Saat perjalanan pulang, mobil kami sempat ga kuat nanjak sampai bau kopling hangus:( Jadi akhirnya untuk melahap tanjakan tersebut, terpaksa kami harus memacu mobil terlebih dahulu di jalanan yang ga rata agar bisa mendapat momentum untuk menaklukan tanjakan.

jalan terjal menuju curug bojong koneng

Sesampai di lokasi, kita akan melihat papan bertuliskan Sentul Paradise Park. Untuk masuk, kita diwajibkan membayar 10rb untuk mobil dan 20rb per orang untuk hari libur. Saya pun sempat bertanya, “kok mahal Pak untuk masuk kawasan wisata terpencil begini?” , petugas loket pun menjelaskan bahwa dana yang terkumpul akan digunakan untuk mengaspal jalan menuju ke lokasi ini, dan kawasan ini sedang butuh dana untuk dikembangkan menjadi Water Park. Ternyata di lokasi ini sudah lumayan ramai, untuk ukuran sebuah lokasi wisata yang tersembunyi ini. Sarana shower untuk bilas, kamar mandi, dan ruang ganti sudah tersedia. Locker pun juga disediakan untuk para pengunjung yang butuh ruang penyimpanan benda-benda berharga. Untuk pengunjung yang membawa anak kecil, disediakan juga persewaan ban karet.
Curug Bojong Koneng memiliki ketinggian sekitar 50 meter. Dengan pemandangan pegunungan di sekelilingnya. Hamparan terasiring sawah hijau menjadi pelengkap pemandangan Gunung Pancar. Cocok untuk wahana piknik bersama keluarga untuk teman. Apalagi lokasinya tidak jauh dari Jakarta, siapa sangka di balik perumahan elit Bukit Sentul ada lokasi wisata seperti ini. Untuk foto-foto selengkapnya, silakan klik disini.

indahnya Curug Bojong Koneng

Sorong, Gerbang Menuju Raja Ampat

Siapa yang tak kenal dengan Boaz Salosa, striker Persipura sekaligus timnas Indonesia. Gocekan kaki Boaz selalu membuat penonton berdecak kagum. Tapi tulisan ini bukan membahas tentang kehebatan Boaz mengolah bola. Yang akan saya tulis adalah kota kelahiran Boaz, yaitu Sorong, ibukota provinsi Papua Barat. Ini merupakan kedua kalinya saya menginjakkan kaki di bumi Papua setelah yang pertama kali sekitar akhir tahun 2007 di Timika. Untuk mencapai sini, saya pergi dengan menggunakan Lion Air selama 5 jam dari Jakarta ke Ambon, kemudian dilanjutkan dengan naik pesawat baling-baling ATR-72 milik Wings Air dari Ambon ke Sorong selama 30 menit. Domine Eduard Osok, merupakan nama pahlawan asal Papua yang dijadikan nama bandara di Sorong dengan kode SOQ ini. Tadinya bandara di Sorong terletak di Pulau Jefman yang terletak tak jauh dari Pelabuhan Sorong, dulunya setelah dari bandara, kita harus naik perahu dulu sebelum mencapai kota Sorong. Dengan adanya bandara SOQ ini, pesawat sekelas Boeing 737 bisa mendarat disini. Kehadiran bandara SOQ sangat penting mengingat Sorong menjadi pintu gerbang bagi wisatawan yang hendak mengunjungi Raja Ampat. Kedatangan ke bumi Papua kali ini terasa istimewa dengan sambutan tarian pemuda Papua.

Sambutan pemuda-pemudi Papua

Terdapat banyak pilihan untuk tempat menginap di Sorong. Yang paling terkenal adalah hotel Royal Mamberamo karena hotel ini yang paling bagus dan bersih menurut saya. Untuk yang murah, kita bisa mencari di sekitar pantai Tembok.
Pantai Tembok merupakan area publik tempat nongkrong warga Sorong. Di pantai ini banyak rumput laut yang berserakan di tepi pantai. Hal ini menunjukkan bahwa ekosistem laut di Sorong masih sehat, sayang belum tergarap maksimal. Pantai tembok menjadi lokasi yang cocok untuk menikmati sunset. Kapal bertonase besar terkadang melintasi kawasan pantai ini, karena memang terdapat pelabuhan milik Pelindo II di Sorong. Kabarnya pelabuhan Sorong akan dibangun menjadi pelabuhan yang paling besar di Indonesia Timur, karena memang lokasinya cocok dijadikan sebagai pelabuhan hub untuk pelayaran dengan rute samudra Pasifik.


Setelah menyusuri Pantai Tembok, kami mengisi perut di Restoran Sunset, dimana disini merupakan tempat yang paling oke untuk menyantap hidangan seafood sambil menikmati sunset. Buat yang hobi nyanyi, restoran ini juga dilengkapi dengan beberapa ruangan karaoke. Dari pinggir restoran, kita bisa melihat atraksi menarik berupa serombongan ikan-ikan kecil yang berjumlah puluhan, dimana rombongan ikan ini sangat kompak dalam menentukan arah berenang. Kami pun mencoba untuk melempar potongan kecil makanan untuk menarik perhatian rombongan ikan ini.

Untuk berkeliling kota Sorong, kita bisa menggunakan taxi. Tapi jangan salah, disini kata Taxi digunakan untuk menyebut kendaraan umum yang lazim kita panggil angkot. Susunan bangku taxi sorong berbeda dengan angkot di Jawa pada umumnya. Susunan bangku penumpang taxi sorong menghadap ke depan semuanya.

Penduduk Sorong sangat ramah terhadap para pendatang. Ini kami buktikan ketika kami berkeliling kota dengan taxi, semua orang akan menjawab dengan ramah dan jujur apabila kami bertanya. Kami pun sempat membeli minuman kelapa muda, harganya cukup murah tanpa di mark up walaupun kami terlihat seperti wisatawan, yaitu 5rb. Kami pun mencoba kebiasaan khas rakyat Papua untuk mengunyah pinang dan kapur sirih. Seikatnya cuma 2 ribu. Baru 1 gigitan, lansung kapok, pahit banget rasanya :p

Batik rupanya telah menjadi bagian dari semua wilayah Indonesia, tak terkecuali di Sorong ini. Disini terdapat toko yang menjual Batik Papua, yaitu batik dengan motif-motif berbau Papua seperti burung Cendrawasih, patung suku asmat, honai, dsb. Setelah ditelusuri, rupanya batik-batik ini tetaplah berasal dari Jawa Tengah.  Di toko ini menjual batik dalam bentuk kain maupun pakaian jadi.

Well, walaupun magnet kedatangan kami kesini adalah Raja Ampat, tapi Sorong juga sebenarnya tidak kalah menarik untuk jalan-jalan. Keramahtamahan dan kedamaian penduduk Sorong yang terdiri dari penduduk asli (suku Moi), maupun suku-suku Papua pendatang yang lain, dan juga pendatang dari Maluku dan Jawa membuat kami masih yakin, bahwa masih ada damai di Indonesia.

Happy 1st Anniversary of my Wedding

Tak terasa pernikahan saya dengan @dhinidounsky sudah berusia setahun. Sebuah umur pernikahan yang masih muda memang, tapi begitu banyak memori yang telah kami jalani bersama dalam setahun ini baik senang maupun sedih. Boleh dibilang, tahun 2011 adalah tahun bulan madu kami berdua, karena begitu banyak kegiatan travelling yang kami lakukan. Lombok – Bali- Beijing – Singapore – Bogor – Bandung – Pangandaran – Raja Ampat – Surabaya – Gresik – Belitung telah menjadi saksi cinta kami:)

Semoga kami segera dikaruniai anak agar pernikahan kami semakin sempurna. Amin.

Love you always.

Selamat Tahun Baru 2012

Tahun baru selalu menjadi momen yang dirayakan dengan gegap gempita oleh sebagian besar masyarakat di dunia. Tak terkecuali warga Jakarta. Langit kota Jakarta dan sekitarnya selalu bertaburan dengan kembang api pada malam tahun baru. Setelah tahun lalu bertahun baru di tengah hutan kemacetan lalu lintas kota Bogor, kali ini kami menghabiskan waktu bersama keluarga di rumah tante di daerah Cipinang. Berangkat dari rumah Bintaro sekitar jam 22.00 , kami tidak menemukan kemacetan yang berarti karena kami memang sengaja menghindari titik-titik berkumpulnya massa. Jalan toll Serpong dan JORR relatif kosong. Perjalanan dr Bintaro ke Cipinang hanya memakan waktu kurang dari 1 jam.
Sebenarnya acara kami di Cipinang juga tidak ikutan merayakan, countdown pergantian tahun pun tidak kami lakukan. Disini kami hanya barbeque dan menikmati pemandangan langit Jakarta yang menjadi kanvas seniman kembang api. Dan yang lebih penting lagi malam ini menjadi ajang silahturahmi kami.
Selamat Tahun Baru 2012, semoga di tahun baru ini kita semua makin sukses dan semoga Indonesia semakin jaya, Merdeka!