Just another alif site

Cap Go Meh merupakan penutupan perayaan tahun baru China, dimana biasanya dirayakan pada hari ke 15 setelah Imlek. Perayaan ini hampir merata diadakan di berbagai kota di Indonesia, kabarnya paling meriah adalah di kota Singkawang. Untuk kita warga Jakarta yang ingin ikut merasakan kemeriahan ini, kita bisa datang ke beberapa vihara yang ada di Jakarta. Salah satunya adalah Vihara Toa Se Bio di Jalan Kemenangan III di daerah Glodok, yang merupakan Vihara tertua di Jakarta karena konon telah berdiri sejak abad ke-15.
Sebenarnya pengalaman yang saya ceritakan di tulisan ini adalah pengalaman lama di tahun 2007. Berbekal informasi dari sebuah milis, saya berangkat ke daerah Glodok dengan menggunakan busway. Setibanya disana, ratusan orang dengan berbagai latar belakang usia, suku, dan agama telah bercampur baur di tepi jalan Hayam Wuruk. Rupanya kedatangan saya pas, karena arak-arakan belum dimulai. Rute arak-arakan dimulai dari Vihara Toa Se Bio menuju jalan Mangga, Pancoran, Toko Tiga, dan kembali lagi ke Jalan Kemenangan III.

Arak-arakan ini diisi oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari drum band, komunitas sepeda onthel, atraksi tatung, dan yang pasti adalah atraksi barongsai dan tarian naga. Beberapa warga keturunan China memberikan angpao kepada penari Barongsai agar dibukakan pintu rejeki.

memberikan angpao ke barongsai

Berbagai patung dewa-dewi juga diarak. Bagi saya yang bukan beragam Budha, yang saya kenali tentu saja patung dewi Kwan Im yang merupakan dewi welas asih. Dan yang terpenting dalam acara Cap Go Meh ini adalah mengangkat  Toa Pekong, yang merupakan perwujudan permohonan umat agar dihindarkan dari segala malapetaka.

menggotong patung Toa Pekong

Suasana di Vihara Toa Se Bio tak kalah ramai nya dengan di jalanan. Bau dupa menjadi tercium walaupun kita masih di halaman Vihara. Di sepanjang pintu masuk, berjejer para pengemis yang mengharapkan angpao dari para pengunjung Vihara. Terdorong rasa keingin tahuan akan isi Vihara, saya pun memberanikan diri untuk melangkahkan kaki masuk ke dalam Vihara. Salah satu patung yang saya lihat adalah patung Cheng Goan Cheng Kun, konon beliau merupakan utusan dari Dinasti Chin yang namanya kemudian dijadikan nama resmi Vihara ini. Entah kenapa nama Toa Se Bio yang sering kita dengar sebagai nama Vihara ini, mungkin karena nama Cheng Goan Cheng Kun terlalu susah untuk dilafalkan.

Vihara Cheng Goan Cheng Kun

Perayaan Cap Go Meh ini sudah selayaknya masuk dalam kalender pariwisata Jakarta. Hal ini menguatkan bahwa Indonesia merupakan negeri yang multi etnis dan multi kultural, dimana hal ini bisa mengangkat citra Indonesia sebagai negara yang penuh toleransi. Untuk foto-foto lebih lengkap, silakan klik disini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: