Just another alif site

Steakhotel by HolyCow!

Holycow! Nama ini begitu terkenal setahun belakangan ini di kalangan pecinta steak di Jakarta. Konon kabarnya ada teman yang sampai antri 1,5 jam demi menyantap steak disini. Kabarnya daging wagyu yang disajikan disini sangat enak seperti sajian di hotel, tapi dengan harga kaki lima.
Ok, segera kami meluncur ke Jalan Radio Dalam Jakarta Selatan. Kami pun melambatkan mobil untuk mencari Holycow di pinggir jalan sebelah kanan apabila kita datang dari arah PIM. Neon sign warna merah menandakan lokasi Holycow, hanya saja letak neon sign nya tidak terlalu tinggi, karena Holycow sendiri merupakan warung kaki lima di depan sebuah ruko. Tendanya yang berwarna merah, dengan tulisan “Hello Carnivores!”, seakan menyapa kami. Tidak banyak meja yang disediakan karena memang lokasi usahanya juga tidak terlalu besar. Beruntung kami tidak perlu masuk waiting list karena ada meja kosong saat kami datang. Tanpa perlu terlalu lama mempelajari daftar menu, kami segera memesan steak Wagyu Rib Eye dengan tingkat kematangan medium seharga IDR 98rb. Untuk minum disediakan pilihan ice tea seharga IDR 13,5rb dengan opsi dapat di-refill.

Holycow Steak di Jalan Radio Dalam

Dengan meja yang tidak terlalu banyak, membuat pelayanan Holycow optimal. Waktu tunggu sampai pesanan datang cukup cepat, sekitar 15 menit. Hm, sajian di piring cukup sederhana: steak, french fries, bayam, saos. Sederhana apabila dibandingkan dengan sajian steak di restoran besar yang biasanya menyajikan banyak varian sayur seperti kacang panjang, wortel, dll. Tapi sepertinya memang makan steak intinya ya daging steak! Tanpa perlu dipusingkan dengan bermacam sayuran yang mungkin sebagian orang tidak suka. Bagi kami, sajian piring Holycow ini sederhana tapi cerdas.
Tanpa banyak omong, kami segera memotong daging dan menyantap. Daging yang lembut, membuat kita tidak perlu banyak tenaga untuk memotong. Mengunyah daging wagyu pun juga sangat bersahabat buat gigi kita. Semua bagian daging yang disajikan di piring ini sangat lembut, gigi kita pun tidak bekerja terlalu keras untuk mengunyah, sehingga mulut kita pun dapat berkonsentrasi dalam merasakan kegurihan daging ditambah saus blackpepper.

Wagyu Rib Eye

Tanpa terasa, hanya beberapa menit saja piring sudah bersih. Rupanya saking enaknya, kami sibuk melahap tanpa banyak bicara. Holycow steak memang maknyus! Btw, buat yang tidak suka bawa uang cash terlalu banyak, tersedia EDC untuk membayar via debit BCA atau kartu kredit.

Comments on: "Steakhotel by HolyCow!" (1)

  1. uyuuuuy, namanya bunciiiissss…bukan kacang panjang
    ^__________________^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: