Just another alif site

Archive for March, 2012

Biking: Rute Maribaya – Dago

Kalau main ke Bandung bawaannya selalu wisata kuliner. Pulang ke Jakarta berat badan selalu nambah. Baiklah, kita rubah kebiasaan tersebut. Kali ini kita coba agar olahraga dikit tapi rada santai, karena yang namanya liburan di Bandung ya temanya tetap cari Fun. Kegiatan bersepeda menjadi pilihan untuk mengisi waktu di minggu pagi, dimana udara Bandung masih sangat dingin dan segar. Jalur wisata yang dipilih adalah Jalur Maribaya – Dago. Titik awal rute kali ini adalah di The Ranch – Lembang. Dari sini kami nanjak-nanjak ngehe sebentar untuk cari keringat, sesampai di Dago atas barulah turunan tajam panjang menjadi bonus yang sangat nikmat 🙂

Rute Maribaya – Dago

Tujuan utama sih mulia, untuk cari keringat. Tapi karena pemandangan memang indah, jadilah acara bersepeda ini lebih banyak berhenti untuk foto-foto sambil menikmati lanscape Bandung. Apalagi udara sangat segar, inilah yang kami cari di Bandung setelah semingguan kerja di Jakarta yang penuh dengan polusi. Jarak tempuh yang sebenarnya cuma 12 KM dengan didominasi kebanyakan turunan panjang, kami habiskan dalam tempo 1 jam.

The Jakarta 8th Toys & Comics Fair

Inilah event yang ditunggu-tunggu oleh para pecinta mainan ataupun tokoh kartun/komik. Mengambil tempat di Balai Kartini, acara ini dihelat 10-11 Maret 2012. Sengaja saya pilih untuk datang pada hari terakhir, karena para peserta cosplay pasti akan rame di hari terakhir kontes. Kontes cosplay kali ini banyak didominasi oleh komik-komik Amerika seperti Superman, Iron Man, Transformer, Captain America, dan lain-lain. Yang menjadi bintang kontes cosplay kali ini menurut saya adalah tokoh Stars Wars, yaitu R2D2 dan C3PO.

Cosplay Contest

Berbagai mainan yang ditawarkan masih didominasi oleh action figure komik Jepang. Stand LEGO terlihat paling luas area display nya. Berbagai set diusung oleh LEGO, seperti tema kerajaan masa pertengahan Inggris, kereta penumpang, dan yang paling menarik adalah set Star Wars.

LEGO: Star Wars

Beberapa booth dengan barang berbau lokal juga tak mau kalah ikutan. Booth kaos Kementrian Desain seperti tak pernah absen dalam event-event semacam ini. Perajin action figure lokal juga unjuk gigi dengan tema tokoh horor Indonesia, dan ada juga yang mengetengahkan tokoh perwayangan. Damn! I Love Indonesia, yang merupakan brand clothing milik VJ Daniel juga ikut serta dengan menjual patung setengah badan Bung Karno, sayang harganya gak terjangkau oleh saia 😦

action figure lokal

Berbagai action figure dari berbagai dekade ditampilkan, dan terlihat pengunjung dari berbagai macam usia menikmati semua sajian para peserta pameran. Buat saya yang kelahiran 80-an, beberapa mainan membuat saya tersenyum mengingat masa lalu, seperti Tamiya Black Manta Ray yang menjadi idaman saya ketika masih SD. Ada juga handheld video game Western Bar yang suka saya mainkan di tukang GameWatch yang suka mangkal di depan sekolah dulu. Dan ternyata ada ada yang masih menyimpan Game & Watch, sebuah brand handheld video game keluaran Nintendo. Dimana brand ini dijadikan panggilan untuk semua handheld video game.

Game & Watch

Antusiasme pengunjung sangat tinggi untuk datang ke event ini. Walaupun untuk masuk dikenakan tiket sebesar IDR 20rb, tapi tidak menyurutkan minat untuk berburu action figure ataupun mainan favorit. Apalagi memang di event-event seperti ini lah para penjual action figure langka bakal muncul. Sepertinya untuk event di masa mendatang perlu mencari tempat yang lebih luas lagi. Karena jujur saja, untuk jalan dan melihat-lihat booth agak susah dan harus hati-hati agar tidak bersenggolan. Untuk melihat foto-foto lebih lengkap, silahkan klik disini.

Java Jazz International Festival 2012: Stevie Wonder !

Benernya males banget untuk pergi ke Java Jazz Festival, apalagi sejak tempat penyelenggaraan pindah ke JI Expo. Selain tempat yang jauh, pilihan transportasi umum hampir dikatakan nihil, sehingga mau tidak mau orang terpaksa membawa kendaraan pribadi. Alhasil mencari parkir mobil pun menjadi hal yang susah disini.

Oke, semua keluhan itu akan sejenak saya kesampingkan, karena Stevie Wonder hendak tampil di hari terakhir Java Jazz 2012. Hal-hal yang saya keluhkan diawal tulisan ini perlahan-lahan sirna. Tak disangka perjalanan cukup singkat, tanpa menemui kemacetan. Mencari parkir pun cukup mudah, gak sampe 10 menit. Setelah masuk, saya pun menuju Hall D2, tempat pementasan Stevie Wonder. Ah, ternyata tiket undangan yang saya pakai tidak bisa digunakan untuk menonton pertunjukkan Stevie Wonder.

Hm, yaudah kami melipir aja ke Lounge yang terletak di hall D2 juga. Eh, ternyata dari Lounge kami bisa menonton panggung D2 juga. Ga jadi sedih deh, malah enak bisa sambil makan-minum gratis, bisa menikmati musisi kelas dunia. Pertunjukkan yang ngaret hampir 1 jam tidak menyurutkan animo kami untuk bernyanyi dan menggoyangkan badan, karena ya kami datang jauh-jauh hanya untuk nonton Stevie Wonder, pertunjukkan artis lain pun kami lewatkan. Walaupun tidak bisa menonton dari dekat, yang penting kami bisa bernyanyi bersama dengan musisi legendaris ini.

Over time, I’ve been building my castle of love
Just for two, though you never knew you were my reason
I’ve gone much too far for you now to say
That I’ve got to throw my castle away

(OverJoy – Stevie Wonder)

Stevie Wonder @ Java Jazz International Festival 2012

BAND CLOTH 2012: Festival Musik Indie vs Clothing Company

Bandung memang gudangnya kreativitas. Sudah tak terhitung band-band yang muncul dari kota kembang ini. Suburnya band major maupun indie label di Bandung seakan seirama dengan tumbuhnya clothing company yang juga menjamur. Hampir setiap jalan di kota Bandung bisa kita temukan distro atau outlet clothing company lokal. Band-band yang sudah memiliki basis penggemar setia selalu menjadi incaran brand baru clothing company yg ingin mencoba eksis.

band indie beraksi

Band Cloth 2012, merupakan event selama 2-4 Maret di Lapangan Gasibu yang menjadi arena unjuk gigi band-band indie dan bazar clothing line. Untuk masuk ke acara ini, kita perlu membeli tiket masuk sebesar IDR 10rb. Berhubung acaranya disponsori oleh BCA, setiap stand clothing line menyediakan EDC dari BCA, sehingga transaksi pun bisa dilakukan menggunakan kartu kredit, cocok buat kami yang gak suka bawa duit cash banyak. Alhasil, banyak godaan untuk menggesek kartu karena barang-barang yang ditawarkan sangat bagus dan lucu-lucu. Sayang para clothing line ini masih terpaku dengan jalur distribusi indie, padahal produk-produknya saya rasa bersaing dengan produk dengan label asing yang ditawarkan di Department Store yang menghiasi setiap mall besar di Jakarta.

Bazaar Clothing Line

Salah satu desain yang menarik perhatian saya adalah sebuah kaos dengan tema kemenangan Arsenal atas seterunya di London Utara, yaitu Tottenham Hotspur. Dimana kaos ini menonjolkan skor kemenangan 5-2 buat Arsenal. Pertandingan yang dimaksud merupakan pertandingan Arsenal seminggu lalu.

Arsenal vs Tottenham : 5 - 2

Selain brand lokal, ada juga brand asing yang memang telah lama menjadi bagian dari gaya hidup anak indie, yaitu Roxy, DC, dan Quicksilver. Half pipe pun disediakan untuk para pemain BMX di samping stand Roxy. Selain itu terdapat juga arena untuk skater bermain slalom long board. Nampak Gemala Hanafiah sebagai icon surfer cewek Indonesia, ikut serta meramaikan arena ini.

BMX and Long board in action

Dengan harga tiket masuk yang murah, acara ini sangat cocok untuk anak muda yang ingin selalu tampil fashionable dengan tren terkini. Sayang karena memang masih musim hujan, terdapat beberapa areal yang becek dan penuh lumpur. Harga yang terjangkau dan desain yang menarik merupakan resep jitu untuk memenangkan pasar anak muda. Mari kita dukung terus industri clothing line lokal agar menjadi raja di negeri sendiri!