Just another alif site

Kali ini saya ingin bercerita pengalaman ke Pengadilan, bukan karena terkena kasus kriminal, tapi karena pelanggaran lalu lintas. Kisah ini berawal dari 11 Mei 2012, dimana karena sudah telat masuk kantor, dan jalanan yang macet, tergoda juga untuk masuk jalur busway, alhasil dihentikan Polisi deh. Sempet ditawarin damai, tapi karena memang gak bawa duit juga, akhirnya kena surat tilang, SIM pun diambil. Apes banget emang hari itu.

Sesuai dengan jadwal yang ditulis di surat tilang, saya harus datang ke Pengadilan Jakarta Selatan tanggal 25 Mei 2012. Sesampai disana, motor saya taruh di parkiran liar. Tukang parkir pun lansung nyamperin, menawarkan jasa untuk diurusin. Pas saya tanya, “Emang situ bisa ngurus brapa lama?”, dia jawab “Ya gak tahu Bang, kayaknya hari ini lagi rame, jadi bisa abis Jumatan”. Hm, denger jawaban kayak gitu udah males aja nih untuk melangkahkan kaki, tapi yaudahlah, anggap aja ini pengalaman.

Begitu masuk halaman pengadilan, tidak ada petunjuk harus kemana untuk mengambil SIM, tapi terlihat ada antrian panjang di sebelah Gedung Pengadilan. Hm, rupanya benar juga dugaan saya, ternyata itu antrian orang yang mau sidang. Lagi-lagi banyak calo antrian menawarkan jasa, paling gak calo-calo ini mau memberikan informasi prosedur ngurusnya. Jadi pertama yang harus dilakukan adalah mengambil nomor antrian. Pengambilan nomor antrian ini dilayani oleh 1 loket. Di sebelah loket tersebut terdapat loket pengambilan SIM. Jadi surat tilang kita akan diambil, dan kita diberi nomor antrian, nanti ada petugas di dalam loket yang akan mencarikan SIM kita sesuai dengan nama yang tertulis di surat tilang. Begitu SIM kita ketemu, nomor kita akan dipanggil dan kita lansung bayar di loket tersebut. Hm, jadi ternyata gak ada yang namanya sidang toh! Ya kalau begini, mending bayar di TKP dong!!!

Nomor antrian yang saya dapat adalah 521, warna biru. Jadi pada hari itu ada 2 warna nomor antrian, merah dan biru. Agak aneh juga sih sampai ada pembedaan 2 warna tiket antrian, lha ujung-ujung nya juga bayar di loket yang sama. Antrian orang yang akan mengambil nomor antrian terganggu dengan banyaknya orang yang berjubel di depan loket. Ternyata orang-orang yang berjubel di depan loket ini karena mereka ingin mendengar lebih jelas apabila nomor antrian mereka telah dipanggil petugas. Dan yang lebih parah lagi, petugasnya ngumumin gak pake pengeras suara, DAFUQ!!!! Ya wajar aja orang-orang ini pada berjubel, lha sistem nya aja sangat gak profesional sama sekali. Orang sebanyak ini cuma dilayani 2 loket! Ketika nomor antrian dipanggil, petugasnya juga tidak jelas, apakah nomor yang dipanggil adalah tiket antrian warna merah atau biru. Nomor yang dipanggil pun juga gak urut, orang-orang pun jadi kesal dan sering teriak mengumpat, membikin suara sang petugas makin gak terdengar. Saking berjubelnya, sampai ada seorang perempuan yang pingsan….

Berhubung hari Jumat, kewajiban solat Jumat pun harus dilaksanakan. Untung ada masjid di dalam lingkungan Pengadilan, sayangnya masjidnya kecil, sedangkan orang-orang yang bernasib serupa dengan saya sangat banyak. Hm, gak sadarkah orang-orang pengadilan ini, dosa yang mereka tanggung karena sudah menyusahkan orang untuk menunaikan kewajiban Solat Jumat.

Singkat cerita, nomor antrian saya dipanggil setelah 4 jam menunggu. Badan pun berasa lemas karena belum sempat makan. Denda yang harus dibayar atas pelanggaran masuk jalur busway adalah IDR 70.000. Hm, semoga ini menjadi pengalaman terakhir deh ke pengadilan. Apa kita dibuat kapok ya untuk nebus SIM di pengadilan, agar lain kali damai aja ama Polisi di jalan? Akh, sudahlah….

20120601-212859.jpg

Comments on: "Susahnya Nebus SIM di Pengadilan" (1)

  1. kacau memang sistem birokrasi di negara ini………kacau>>>>>>>>!!!!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: