Just another alif site

Kemaren malam dapat selebaran menarik ketika beli tiket KRL di stasiun Palmerah. Selebaran tersebut ternyata bagian dari sosialisai kenaikan tarif KRL per 1 Oktober. Sebagai pengguna setia KRL, saya tidak mempermasalahkan kenaikan tarif tersebut, asal diikuti dengan peningkatan pelayanan pula.
Hanya saja setelah melihat selebaran berbentuk komik tersebut, ada beberapa kritik yang ingin saya sampaikan:

  1. Disitu digambarkan bahwa penambahan KRL sebanyak 90 unit di tahun 2012. Informasi ini sangat rancu, karena penambahan KRL belum dinikmati, tarif sudah naik duluan. Menurut berita yang saya baca beberapa hari lalu, KRL bekas yang baru datang dari Jepang tersebut akan disertifikasi dahulu, dan akan memakan waktu 1 bulan. Sehingga baru bisa dipakai akhir Oktober. Dan di berita kok yang dateng 20 unit? Sumber berita: http://m.detik.com/news/read/2012/09/25/102147/2034336/10/20-gerbong-krl-bekas-dari-jepang-segera-disertifikasi-agar-bisa-digunakan?9911012
  2. Revitalisasi stasiun Cikini turut digambarkan sebagai alasan kenaikan tarif. Terus terang buat saya ini gak penting, karena saya tidak menggunakan stasiun tersebut. Dan stasiun Cikini sebenarnya bisa dibilang cukup bagus dan sudah modern, ngapain lagi dibagusin? Mending benerin stasiun Palmerah yang saya singgahi setiap harinya.
  3. Revitalisasi stasiun Sudimara menjadi favorit saya dalam selebaran, karena memang setiap hari saya menggunakan stasiun ini. Hanya saja saya belum melihat tanda-tanda pembangunan, jadi sepertinya revitalisasi stasiun Sudimara masih lama untuk bisa dinikmati semenjak kenaikan tarif KRL per 1 Oktober nanti.

Well, miris memang nasib penumpang KRL. Pemakai kendaraan pribadi yang mayoritas pake bensin premium sangat dimanjakan oleh subsidi BBM yang sungguh besar. Sedangkan penumpang KRL yang telah membantu negara dalam menekan konsumsi BBM, malah dianaktirikan. Di satu sisi saya memahami kesulitan dana yang dialami PT KAI sebagai operator angkutan massal ini. Yang saya sesalkan kepada direktur PT KAI, kalau memang kesulitan dana, kenapa tidak minta pemerintah agar jatah subsidi / dana PSO diperbesar? Karena kalau menilik angkutan serupa di luar negeri, pemerintah memberikan subsidi yang cukup besar ke sektor angkutan umum untuk menekan laju konsumsi BBM dan untuk mengurangi kemacetan. Pengalaman travelling di Beijing, MRT yang jauh lebih modern dan mewah daripada KRL Commuter Line, tarifnya hanya 2 Yuan! Tarif ini berlaku sama jauh-dekat. 2 Yuan kalau dirupiahkan berarti tidak lebih dari IDR 3000!
Jadi kami harus protes kepada siapa? Direktur KAI? MenHub? DPR? Ah, sudahlah…capek protes mulu😦

20120928-115242.jpg

Comments on: "Sosialisasi Kenaikan Tarif KRL via Komik" (1)

  1. Wah minta dong komiknya dong Lif. Ada 2 gak? Hehehe.

    Beijing keren ya. Kota segede gaban, tapi kemacetan gak separah Jakarta.

    Eh kapan-kapan boleh mampir rumahmu gak Lif?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: