Just another alif site

Archive for November, 2012

Ternyata Membawa Sepeda Wajib Beli Karcis Kereta

Semalem pas beli tiket pulang ke rumah, ada tempelan surat dari PT KAI, yang mengintruksikan bahwa penumpang KRL yang membawa sepeda jinjing/lipat, wajib beli karcis. Surat tersebut tertanggal 21 April 2011. Ternyata sudah lama toh ada peraturan seperti itu, tapi kok saya baru tahu kemarin yah.

Memang saya sendiri juga sudah lama gak pernah bawa masuk sepeda lipat naik KRL, karena memang kondisi penumpang KRL sekarang yang menurut saya sudah melebihi kapasitas normal, terutama pada jam sibuk berangkat/pulang kerja. Jadi memang rada gak enak bawa sepeda masuk KRL. Cuma kok rasanya peraturan ini terlalu berlebihan. Karena pangkal permasalahan sih sebenarnya ada pada daya angkut KRL yang dirasa sangat kurang dengan animo masyarakat pengguna KRL. Sudah bukan rahasia lagi kalau KRL AC tapi suasana berasa dalam sauna saking banyaknya orang yang berjubel di dalamnya. Apalagi kalau ditilik dari alasan para pengguna KRL yang membawa sepeda, yaitu untuk memudahkan perjalanan dari stasiun ke kantor. Contoh nya saya, dulu saya membawa sepeda lipat karena saya merasa agak susah menentukan moda penghubung stasiun Palmerah dengan kantor saya yang terletak di Wisma Mulia. Karena memang posisi stasiun Palmerah nanggung, tidak terhubung dengan moda transportasi yang lain. Memang sih, bisa jalan dulu ke jalan Gatot Subroto, terus naik bis kota / busway, tapi jalan kaki menuju jalan Gatot Subroto/Slipi sangat tidak nyaman. Trotoar yang tidak manusiawi, sehingga kadang kita harus jalan kaki di pinggir jalan raya dengan resiko kena sruduk sepeda motor. Jadi naik sepeda sangat menyenangkan, irit, dan yang pasti lebih go green. Andai saja stasiun Palmerah bisa digeser letaknya ke tempat yang lebih strategis, yaitu dibawah fly over diantara gedung DPR dan perempatan slipi/JDC, tentu akan lebih enak untuk berpindah ke moda bus untuk ke kantor.

Tapi ada yang lucu di surat tersebut, disitu tertulis jenis sepeda yang dimaksud, yaitu sepeda jinjing/lipat. Berarti kalau bawa sepeda gunung gak wajib beli karcis kereta kan =)

20121123-185317.jpg

Advertisements

Mencoba Kehandalan WiFi Seamless Telkomsel

Pergi ke Mall di akhir pekan menjadi pilihan banyak orang di Jakarta. Lonjakan pengunjung ini terkadang membuat jaringan 2G/3G di Mall tersebut menjadi menurun performansinya. Dengan semakin besarnya data yang diakses dari perangkat mobile, beberapa operator telah menawarkan solusi penggunaan WiFi.
Mobile WiFi seamless merupakan solusi perpindahan koneksi jaringan dari 2G/3G ke WiFi secara otomatis tanpa login. Hal ini dimungkinkan apabila pelanggan menggunakan perangkat yang mendukung teknologi EAP-SIM. Untuk itu kita perlu men-setting perangkat mobile kita terlebih dahulu. Tinggal kita ketikkan saja alamat URL konfigurasi WiFi seamless ini di mobile browser, nanti secara otomatis kita akan dipandu untuk menuju ke Setting Control. Tinggal ikuti saja wizard untuk instalasi profile konfigurasinya. Apabila sudah selesai, kita tinggal mencari network WiFi dengan SID “flashzone-seamless”, dan perangkat mobile kita akan otomatis menggunakan jalur WiFi untuk koneksi data.

20121116-000257.jpg
Kebetulan penulis sedang lagi di salah satu mall di Jakarta yang telah terpasang WiFi Seamless Telkomsel, setelah berhasil autentifikasi jaringan WiFi, saatnya mencoba test koneksi menggunakan aplikasi speedtest.

20121116-000848.jpg
Hasil test koneksi cukup lumayan. Dengan menggunakan WiFi, pelanggan dapat menghemat kuota pemakaian data dan lumayan juga baterei jadi awet karena koneksi data yang stabil. Dan buat operator, penggunaan Wifi ini lumayan dapat membantu untuk mengurangi beban jaringan GSM mereka.

JMCS 2012: Masyarakat Indonesia Memang Demen ama Motor

Angka penjualan sepeda motor di Indonesia sangat fantastis, wajar apabila beberapa pabrikan motor memasukkan tagline mereka dalam bahasa Indonesia pada bodi motor MotoGP. Misalkan “Satu Hati” pada team Honda Repsol, dan “Semakin di Depan” dan “Jupiter Z1” pada team Yamaha Factory Racing.
Pameran Jakarta Motor Cycle Show 2012 seakan menjadi pelepas dahaga buat masyarakat Indonesia yang demen ama motor. Berbagai lapisan masyakat dari bapak-bapak, ibu-ibu, hingga anak muda datang ke event ini untuk melihat motor favorit mereka. Hanya saja sayangnya gelaran kali ini kurang greget, karena area pameran harus berbagi dengan event Indocomtech, dimana Indocomtech malah lebih luas. Merk motor favorit saya, yaitu Piaggio, juga tidak hadir.
Jika rata-rata orang lebih demen ngelihat motor besar merk Eropa, kalau saya lebih tertarik dengan stand Honda yang menawarkan motor-motor konsep dengan tema elektrik. Ada 3 motor konsep yang dipamerkan, yaitu:
1. Honda RCE
Sesuai namanya, RC merupakan penamaan seri motor balap Honda. Pertama kali dikenalkan pada ajang Tokyo Motor Show 2012.

20121103-220027.jpg
2. Honda EV Cub
Seri Cub merupakan model jelmaan dari super cub. EV cub mengingatkan saya akan motor C-70 alias sipitung.

20121103-222048.jpg
3. Honda EV Neo
Model skuter dengan konsep motor niaga, ada rak barang yang cukup lebar di bagian buritan.

20121103-221936.jpg

Saya sendiri tertarik untuk beli motor elektrik tersebut apabila nantinya jadi dijual ke pasaran. Tapi kok rasanya jadi percuma kalau kena macet juga. Kita budayakan naik angkutan umum yuk…