Just another alif site

Archive for the ‘otomotif’ Category

Tunggangan Baru

Tanggal 31 Desember 2013 kemaren akhirnya beli Spacy, sebuah varian skuter matic dari Honda. Sebenarnya gak beli baru sih, berhubung ingin segera dipakai, saya putuskan untuk beli barang second saja tapi yang umurnya masih baru beberapa bulan. Keputusan ini saya ambil mengingat sekarang untuk motor baru katanya nunggu agak lama untuk dapat plat nomor. Saya menemukan lewat Kaskus ada yang jual Honda Spacy keluaran September 2013 di daerah Condet. Karena unit yang masih terhitung baru juga, STNK dan BPKB pun belum ada. Yang saya dapat hanyalah surat tanda pembayaran pajak kendaraan dan balik nama yang dianggap juga sebagai STNK sementara.

Alasan saya memilih Honda Spacy ini dikarenakan beberapa hal, yaitu:

  • Matic, jadi gak perlu ribet gonta ganti gigi atau maen kopling.
  • Karena bentuknya skuter, jadi kaki saya aman kalau menerjang genangan air yang semakin banyak kalau musim ujan di Jakarta ini.
  • Terdapat bagasi yang luas untuk menaruh helm full face.
  • Tangki bensin yang cukup besar, yaitu bisa menampung 5 liter. Jadi gak perlu sering-sering mampir ke SPBU.
  • Mesinnya sudah menggunakan fuel injection. Jadi harusnya sih perawatannya lebih mudah daripada menggunakan karburator. Yang penting perawatannya selalu di bengkel resmi yang memang capable.

Alasan-alasan tersebut saya simpulkan setelah membaca berbagai ulasan di media online termasuk blog. Jujur aja saya juga belum pernah mencoba merasakan mengendarai Honda Spacy. Terus terang awalnya kurang nyaman make motor ini. Tapi setelah sebulanan baru bisa menikmati karakteristik mesin dan geometri spacy.
image

Advertisements

JMCS 2012: Masyarakat Indonesia Memang Demen ama Motor

Angka penjualan sepeda motor di Indonesia sangat fantastis, wajar apabila beberapa pabrikan motor memasukkan tagline mereka dalam bahasa Indonesia pada bodi motor MotoGP. Misalkan “Satu Hati” pada team Honda Repsol, dan “Semakin di Depan” dan “Jupiter Z1” pada team Yamaha Factory Racing.
Pameran Jakarta Motor Cycle Show 2012 seakan menjadi pelepas dahaga buat masyarakat Indonesia yang demen ama motor. Berbagai lapisan masyakat dari bapak-bapak, ibu-ibu, hingga anak muda datang ke event ini untuk melihat motor favorit mereka. Hanya saja sayangnya gelaran kali ini kurang greget, karena area pameran harus berbagi dengan event Indocomtech, dimana Indocomtech malah lebih luas. Merk motor favorit saya, yaitu Piaggio, juga tidak hadir.
Jika rata-rata orang lebih demen ngelihat motor besar merk Eropa, kalau saya lebih tertarik dengan stand Honda yang menawarkan motor-motor konsep dengan tema elektrik. Ada 3 motor konsep yang dipamerkan, yaitu:
1. Honda RCE
Sesuai namanya, RC merupakan penamaan seri motor balap Honda. Pertama kali dikenalkan pada ajang Tokyo Motor Show 2012.

20121103-220027.jpg
2. Honda EV Cub
Seri Cub merupakan model jelmaan dari super cub. EV cub mengingatkan saya akan motor C-70 alias sipitung.

20121103-222048.jpg
3. Honda EV Neo
Model skuter dengan konsep motor niaga, ada rak barang yang cukup lebar di bagian buritan.

20121103-221936.jpg

Saya sendiri tertarik untuk beli motor elektrik tersebut apabila nantinya jadi dijual ke pasaran. Tapi kok rasanya jadi percuma kalau kena macet juga. Kita budayakan naik angkutan umum yuk…

PTS 100 , si Vespa imut

Kali ini saya akan membahas tentang salah satu kendaraan roda dua favorit saya, yaitu Vespa PTS 100. Kenapa saya bilang Vespa imut, hal ini dikarenakan bodi nya yang memang kecil, di luar negeri Vespa semacam ini disebut Vespa Smallframe. Awal kali kenal dengan Vespa Smallframe adalah ketika guru Bahasa Jerman saya dulu di SMA 5 Surabaya memakai PTS 90. Bisa dibilang itulah pertama kali saya jatuh cinta dengan Vespa. Sayang karena agak susah mencari Vespa Smallframe, akhirnya waktu itu saya menjatuhkan pilihan ke Vespa Super 150.

PTS 100 merupakan produk PT Dan Motor Indonesia yang mendapatkan license pembuatan dari Piaggio Italia. Dia punya saudara kembar tapi tak serupa, yaitu PTS 90. Angka yang tertulis merepresentasikan besar kubikasi mesin. Secara kasat mata, yang membedakan kedua jenis Vespa ini adalah emblem. Pada PTS 100 terdapat emblem “100 special” diatas taillamp, dan emblem “P 100 TS” di box bagasi kiri. Selain itu, speedometer PTS 100 mencapai angka 120 km/h. Cuma ya jangan harap bisa memacu PTS 100 sampai kecepatan segitu, buat saya PTS 100 cocok buat jalan santai, menikmati jalanan kota Gresik yang lenggang, dengan sensasi getaran dari mesin 2 tak yang diasupi oleh karburator Dell Orto 19. Untung setiap kali pulang kampung ke Gresik, ada saudara yang dengan senang hati meminjamkan PTS 100 nya ke saya. Sehingga saya pun bisa memadu kasih dengan cinta pertama saya.