Just another alif site

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Hello World, Rayyan!

 

Rayyan

Rayyan

Alhamdulillah telah lahir putra pertama kami: Muhammad Rayyan Yordan, pada hari Jumat 28 Maret 2014 jam 17:01 di RSIA Kemang Medical Care. Sebuah pengalaman baru untuk menjadi ayah, proses yang cukup mendebarkan. Apalagi usia kandungan sudah mencapai minggu ke 41.  Kontrol dokter terakhir dilakukan pada hari hari Kamis, 27 Maret 2014. Pas dicek dokter ternyata udah bukaan 1. Ama dokter disuruh jalan-jalan aja dulu. Pulang dari dokter kami putuskan untuk ke Senayan City untuk jalan-jalan muterin tiap lantai mall tersebut, diakhiri dengan nonton Divergent =)

Sebelum balik ke rumah, kami sempatkan dulu makan malam di food court. Ternyata itu makan malam terakhir Dhini sebelum proses persalinan. Hari Jumat, jam 3 pagi Dhini dah mulai kontraksi yang cukup kenceng dibanding hari sebelumnya. Saya putuskan untuk berangkat ke rumah sakit setelah sholat Shubuh aja. Sampai Rumah Sakit sekitar jam 06:00. Jalan Ampera sudah mulai macet, untung letak RSIA KMC tidak terlalu jauh dari pintu keluar toll. Dokter kami (Dokter Ridwan), ternyata sudah di RS jam segitu, tapi ternyata dia lagi ada tindakan dulu dengan pasien yang lain.

Jadinya kami menunggu saja dulu di ruang observasi sambil cek CTG. Dokter Ridwan akhirnya mengunjungi kami jam 8, dan setelah dicek ternyata masih bukaan 1 aja 😦 akhirnya diputuskan untuk memulai proses induksi. Setelah 30 menit berlalu, mulailah kontraksi yang lebih hebat. Rasanya gak tega melihat istri mengerang kesakitan. Tapi saya harus meyakinkan diri bahwa saya harus tegar dan tetap positif agar istri selalu semangat dan tetap fokus dalam proses persalinan ini.

Jam demi jam berlalu. Akhirnya sampailah di jam 16:00 , dokter memanggil saya sejenak keluar dari ruang persalinan. Dokter menjelaskan kondisi bahwa status bukaan sudah 9 , tapi ada beberapa faktor yang sepertinya gak bisa dilanjutin: Posisi muka bayi gak pas, detak jantung bayi selalu turun tiap kali sang mama kontraksi, dan air ketuban yang udah keruh berpotensi meracuni sang bayi. Akhirnya saya pun menandatangani surat persetujuan tindakan operasi. Persiapan operasi terbilang cepat, hanya kurang dari setengah jam. Dan akhirnya putra kami pun lahir pada jam 17:01 . Setelah sang bayi lahir, saya pun baru diperbolehkan masuk ke ruang operasi, menemani istri yang masih lanjut proses operasi untuk menghentikan pendarahan yang terjadi di rahim yang diakibatkan oleh proses kontraksi. Operasi selesai jam 18:30.

Perjuangan sang bayi yang baru lahir pun belum berhenti. Karena sempat kemasukan cairan air ketuban, lansung dilanjutkan dengan tindakan penyedotan cairan. untuk yang ini gw gak lihat sih, hanya ditunjukkan saja kotoran yang berhasil dikeluarkan. Dan karena kondisi pernafasan sang bayi gak stabil, akhirnya Rayyan harus masuk NICU selama 2 malam. Malam pertama Rayyan dipasangin alat bantu pernafasan di hidung, selang yang dimasukkan ke lambung untuk menjaga muntahan cairan gak masuk ke paru-paru, dan infus lewat ari-ari nya untuk memberikan asupan gula. Alhamdulillah keesokan paginya kondisi Rayyan dah membaik. Alat bantu pernafasan dicopot, dan selang yang masuk lewat mulutnya dah dicabut juga.

Hal yang kami senang di RSIA KMC adalah dokter laktasi yang senantiasa datang tiap pagi untuk mengajarin caranya memberikan ASI. Berhubung Rayyan ada di ruang NICU, dokter laktasi mengajarkan untuk memeras susu untuk kemudian disedot dengan squid atau tabung suntik ukuran 1 ml. Alhamdulillah ternyata ASI bisa keluar, dan  Rayyan pun mendapatkan kolostrum atau cairan emas ASI.

Terima kasih dokter Ridwan (dokter obgyn), dokter Indra (dokter anak), dan dokter Ari (dokter bedah) yang telah membantu proses persalinan dengan hasil sukses dan selamat ibu dan anak. Dan tak lupa kami ucapkan terima kasih untuk dokter-dokter laktasi dan suster-suster RSIA KMC yang selalu support sang ibu untuk tetap optimis dalam memberikan ASI eksklusif walaupun Rayyan berada di ruang NICU.

Yes Man

image

Hari ini adalah 11 Januari 2014. Berarti sudah 5 tahun yang lalu ketika saya pertama kali menyatakan cinta ama wanita yang sekarang telah menjadi istri saya. Sebenarnya saya waktu itu kurang yakin bakal diterima menjadi pacarnya. Tapi tiba-tiba ada ide setelah melihat film beberapa hari sebelumnya.

Film tersebut berjudul Yes Man, dibintangi oleh Jim Carrey dan Zoey Deschanel. Film ini menceritakan tentang kisah seorang pria bernama Carl Allen yang hidupnya seakan-akan tidak ada masa depan yang cerah. Perjalanan hidupnya berubah setelah ikutan seminar motivasi yang menekankan untuk mengatakan “YES” untuk semua hal. Dari situlah hidup Carl berubah 180 derajat, dari hidup yang membosankan menjadi hidup yang penuh dengan tantangan.

Jujur saja, saya belum pernah nonton sebuah film 2x di bioskop. Tapi berhubung film ini saya rasa bagus dan sepertinya akan mendukung langkah saya untuk “nembak”, jadilah saya nonton film itu lagi, kali ini bersama @dhinidounsky. Dan hasilnya, hari itu berakhir dengan happy ending. She said YES, dan kamipun berpacaran 🙂

Nike We Run Jakarta 2013

Sepanjang tahun 2013, olahraga lari semakin populer saja. Bahkan tidak jarang dalam 1 hari bisa lebih dari 2 event lari yang diselenggarakan. Sebagai penutup tahun 2013, Nike menggelar event pamungkas bertajuk We Run Jakarta 2013 pada tanggal 15 Desember 2013. Hanya ada 1 kelas pada event ini, yaitu 10 K. Sesuai dengan jarak larinya, jumlah peserta event ini juga 10K alias 10 ribu runners. Dan hebatnya slot 10ribu peserta ini terisi penuh hanya dalam waktu 2 minggu saja sejak pendaftaran online mulai dibuka. Mungkin karena animo masyarakat yang begitu tinggi ini, banyak komplain mengenai proses registrasi ini. Saya sendiri juga sempat mendapat masalah karena tidak pernah dapat email konfirmasi pembayaran, walaupun saya sudah membayar biaya lomba sebesar USD 20 via paypal. Email konfirmasi baru saya terima ketika akhirnya mengirim bukti pembayaran via email. Padahal kan kalau pembayaran lansung via Paypal gini kan harusnya notifikasi konfirmasi pembayaran bisa otomatis. Biaya pendaftaran memang cukup mahal, tapi kalau dilihat race pack nya sih jadi merasa worthed yah… Di dalam paket race pack kita mendapatkan baju dry fit untuk dipakai pas hari H event, sensor rfid, dan juga botol minum Nike. Disediakan juga finisher t-shirt sebagai pengganti medali.

Rute lari Nike We Run ini cukup baru buat saya, karena panitia berani untuk mengambil jalur non CFD. Dari gambar berikut dibawah bisa kita lihat rute lari yang diawali di Senayan – Jembatan Semanggi – SCBD – Al Azhar – Bunderan Senayan – Stadion GBK. Konsekuensi dari jalur non CFD ini, ada beberapa titik yang kadang peserta masih bersinggungan dengan kendaraan bermotor. But it’s oke lah menurut saya, pemilihan rute ini sesuai dengan tagline yang diusung NIKE untuk event ini: #BajakJKT .

Screenshot_2014-01-08-18-48-43[1]

Tempat Finish event ini menurut saya sangat epic. Begitu peserta mulai masuk area GBK, terdengar suara riuhan penonton yang membuat peserta untuk semakin semangat untuk mendekati garis finish di dalam stadion GBK. Walau begitu masuk, kita baru tahu kalau ternyata suara riuhan itu hanya suara rekaman saja, karena tribun penontonnya kosong 🙂 Tapi menurut saya, suasana itu sudah cukup untuk membuat saya yang lari nya masih pas-pasan bisa merasa menjadi atlet beneran.

mtf_glROW_189[1]

Setelah melewati garis Finish, peserta diarahkan untuk keluar lagi dari stadion GBK untuk mengambil refreshment berupa minuman isotonik dan pisang. Setelah itu peserta baru bisa mengambil finisher T-Shirt berwarna putih bertulisan Nike We Run. Di luar GBK terdapat beberapa ornamen lucu yang bisa dijadikan properti buat berfoto dengan tema BajakJKT seperti bajaj dan metromini. Overall, event ini sangat well organized dan detail acara sangat bagus. Ya terlepas dari masalah registrasi, tapi rasanya inilah event lari terbaik sepanjang tahun 2013. Paling keluhan saya cuma satu: fotografernya kurang! Jadi saya gak dapat official foto pas lagi race :p

Metallica !!!

Band metal yang satu ini memang sayang untuk dilewatkan. Walaupun usia personilnya sudah kepala 5 , tapi penampilan mereka sangat-sangat memuaskan. Band yang pernah datang ke Indonesia tahun 1993, akhirnya datang lagi untuk konser di venue yang lebih besar. Yaitu di Gelora Bung Karno. Sekitar 50ribu penonton tumpah ruah pada malam itu.

Sekitar 18 lagu mereka bawakan di konser yang berdurasi 2 jam tersebut. Konser dimulai 20:23 , telat beberapa menit dari jam yang dijanjikan (20:00). Berikut susunan lagu yang dibawakan pada malam itu:

  1. Hit the Lights
  2. Master of Puppets
  3. Fuel
  4. Ride the Lightning
  5. Fade to Black
  6. The Four Horsemen
  7. Cyanide
  8. Welcome Home (Sanitarium)
  9. Sad but True
  10. Orion
  11. One
  12. For Whom the Bell Tolls
  13. Blackened
  14. Nothing Else Matters
  15. Enter Sandman
  16. Creeping Death
  17. Fight Fire with Fire
  18. Seek & Destroy

Dari sekian banyak konser di Jakarta yang pernah saya lihat, mungkin konser Metallica ini lah yang paling dashyat, baik dari segi ukuran panggung, sound, lighting, screen LED, dan jumlah orang yang hadir pada malam tersebut. Pujian patut dilayangkan pada pihak promotor yang menurut saya juga sangat memuaskan, berikut catatan plus saya untuk promotor BlackRock Entertainment:

  • Harga tiket konser yang sangat terjangkau untuk artis se-level Metallica. Bayangkan tiket festival cuma 748ribu !!!
  • Pemakaian pengaman khusus untuk melindungi rumput GBK, lansung di impor dari Amerika dan baru pertama kali ini digunakan di Indonesia.
  • Proses penukaran tiket yang tergolong cepat dan nyaman, hanya membutuhkan waktu 5 menit! Beda banget dengan pengalaman nuker tiket untuk konser-konser lainnya yang sangat lama padahal jumlah penontonnya jauh lebih sedikit.
  • Setiap penonton mendapatkan brosur yang memberikan petunjuk jalur masuk, jalur masuk untuk tiap kelas dibedakan dengan tujuan memecah kepadatan massa.

20130910-221611.jpg
Anyway, salut juga buat para penonton nya yang tertib. Walaupun untuk masuk ke GBK penuh perjuangan, tetapi semuanya bisa menahan emosi dan tidak ada dorong-dorongan selama ngantri. Beda banget kalau masuk ke GBK untuk lihat sepakbola, wkwkwk… Saya sendiri membutuhkan waktu 1 jam untuk bisa masuk ke GBK dari sejak masuk area plaza Selatan GBK.
20130910-221418.jpg

20130910-221857.jpg

Era Baru KRL Jabotabek: e-Ticketing

Akhirnya malam ini saia membeli kartu multitrip KRL sebagai persiapan penerapan e-ticketing pada 1 Juli 2013 nanti. Dengan sistem e-ticketing, pelanggan akan membayar tiket sesuai dengan jarak. Tadinya saia dari stasiun Sudimara ke Stasiun Palmerah harus membayar 8000 rupiah. Tapi nantinya saia cukup membayar 2000 rupiah. Sebuah angka penghematan yang lumayan disaat harga barang-baranh sedang naik semua karena kenaikan harga BBM minggu lalu.
Penurunan tarif KRL ini sendiri menjadi jawaban atas dihapusnya KRL ekonomi (non AC). Jadi kini kereta komuter hanya punya 1 kelas saja yaitu KRL AC. Di satu sisi, penurunan tarif KRL ini pasti akan memancing warga untuk beralih dari yang mungkin tadinya menggunakan kendaraan pribadi untuk pindah menggunakan KRL. Hal yang diharapkan dapat membantu mengurangi kemacetan di ibukota. Tapi kalau kapasitas armada KRL nya sendiri tidak sanggup menerima lonjakan penumpang ini, udah dipastikan jadi ikan pepes di dalam gerbong =(

20130627-222436.jpg

My First 5K Run

Terus terang aja, saia paling gak suka ama olahraga lari dari dulu. Bersepeda menurut saia merupakan olahraga yang paling menyenangkan. Tapi ya gak ada salahnya mencoba event lari yang sekarang hampir tiap minggu diadakan di Jakarta. Apalagi yang ngadain event kantor sendiri, jadilah saia ama @dhinidounsky coba untuk lari, yang 5K saja.

Event yang bertajuk HALO Fit Run ini diadakan pada tanggal 9 Juni 2013. Dengan mengambil tempat start-finish di Plaza Selatan Senayan. Karena datang telat, semua peserta lari sudah pada berangkat, jadinya kita lansung aja lari tanpa pemanasan terlebih dahulu. Ternyata memang lari di pagi hari sangat menyenangkan, apalagi karena ada Car Free Day, udara pagi di jalan Sudirman terasa sangat segar.

Akhirnya saia pun dapat finish dengan catatan waktu 40 menit, ya cukup lambat sih untuk ukuran jarak 5K. Tapi menurut saia sudah lumayan karena selama ini belum pernah lari sejauh itu. Setelah finish, kami pun mendapat medali sebagai bukti finisher. Hm, tidak ada salahnya untuk mencoba lari di event-event yang lain, ternyata lari itu menyenangkan juga.

20130612-130534.jpg

Garuda vs Oranje

Asli gak pernah nyangka bisa melihat lansung timnas Indonesia berlaga lawan timnas Belanda. Dalam laga resmi FIFA Friendly Match yang bertajuk Garuda vs Oranje, Stadion GBK menjadi saksi kehebatan Timnas Belanda yang tampil hampir full team dengan beberapa pemain bintang seperti Robin van Persie, Arjen Robben, Wesley Sneider, John Heitinga, dll. Sayang Dirk Kuyt hanya disimpan di bangku cadangan. Pada saat itu, posisi ranking FIFA timnas Belanda berada pada peringkat ke-5 , sedangkan untuk timnas Indonesia berada di peringkat 170.

Secara umum penampilan Indonesia memang kalah jauh dibanding Belanda. Skor akhir 0-3 merupakan kesimpulan akhir dari pertandingan tersebut. Permainan timnas Belanda benar-benar mengandalkan organisasi permainan yang tertata, tidak menonjolkan skill pemain saja. Beda dengan timnas Indonesia yang mengandalkan umpan-umpan jauh dengan harapan para striker Indonesia bisa adu sprint untuk memenangkan bola. Bisa dikatakan pada malam tersebut, lini tengah Indonesia tidak terlihat sama sekali. Ketika bola berhasil dikuasai pemain Indonesia, pemain yang berani maju melebihi garis tengah lapangan hanya 2-3 pemain saja. Tentu saja jumlah ini sangat kurang untuk mendukung barisan penyerang.

Kick off pertandingan agak kurang lazim, yaitu 20:30. Walaupun pertandingan dilansungkan sangat malam, pemain Belanda terlihat sangat dehidrasi bermain dengan udara tropis, sampai tim Belanda minta time out hanya sekedar untuk minum. Suatu hal yang aneh kita lihat pada pertandingan sepak bola, walaupun memang aturan time out itu ada.

Semoga dengan kehadiran timnas Belanda ini bisa menjadikan cambuk buat para pemain timnas, bahwa mereka masih tertinggal jauh, dan harus banyak belajar, terutama dalam hal organisasi permainan. Entah apa karena ketiadaan Firman Utina yang biasa menjadi jenderal pengatur lapangan tengah, atau memang level permainan kita masih segitu saja. Menurut saya, untuk pemain timnas Indonesia yang paling bersinar malam itu hanya 3, yaitu Kurnia Meiga, Victor Igbonefo, dan Andik Vermansyah. Well, walaupun kalah telak, tapi saya tetap bangga dengan team Garuda.

20130611-071506.jpg