Just another alif site

Posts tagged ‘Surabaya’

Melintas Waktu ke Masa Lalu di House of Sampoerna Cafe

Selain Museum, House of Sampoerna Surabaya juga menyediakan Cafe yang nyaman untuk hang out. Berbagai sajian khas Barat maupun Asia dapat kita nikmati di Cafe yang bergaya Art Deco ini. Selain menikmati sajian makanan, cobalah untuk menikmati setiap detail bangunan The Cafe ini. Detail kayu jati dan kaca-kaca patri pada jendela memberikan efek pencahayaan yang romantis.

Minuman yang ditawarkan disini pun cukup unik: ada wedang kunyit asem, kopi rempah, jembatan merah, asem-asem seger, dll. Harganya pun cukup terjangkau. Bagi yang ingin merasakan atmosfer masa lalu yang romantis, cafe ini layak untuk dikunjungi.

Advertisements

Sampoerna Theater: “Theater Luas Hawa Tjukup”

Jika sedang di Surabaya, sempatkanlah untuk berkunjung ke House of Sampoerna. Kompleks seluas 1,5 Hektar yang awalnya dibangun untuk sebuah panti asuhan yatim piatu khusus laki-laki. Kompleks bangunan bergaya kolonial Belanda ini juga dikenal sebagai Sampoerna Theater dibeli oleh Liem Seeng Tee pada tahun 1932. Atas prakarsa Sim Tjiang Nio, istri Seeng Tee, auditorium sentral dari kompleks ini dimanfaatkan sebagai gedung pertunjukkan dan mulai beroperasi pada tahun 1933.

Sampoerna Theater

Awalnya Sampoerna Theater dikenal dengan nama Bioscoop Dapoean yang merujuk kepada kawasan dimana bioskop ini berdiri. Di kemudian hari, Sampoerna Theater dikenal sebagai gedung pertunjukkan yang megah dan nyaman dengan kapasitas 1.000 orang. Hal ini tertuang pada semboyan “Theater Luas Hawa Tjukup” yang tertulis pada setiap iklan film yang diputar disini.

Keberadaan Sampoerna Theater juga menjadi saksi perkembangan perfilman pada era 1930-1960an, dimana gedung ini memutar berbagai jenis film mulai dari film bisu, film hitam putih hingga film bersuara dan berwarna, baik dari luar maupun dalam negeri. Seperti yang dapat dilihat dari koleksi-koleksi yang dipamerkan di museum House of Sampoerna, yaitu piringan hitam, iklan bioskop tahun 1930-1960an, maupun berbagai poster film yang pernah diputar di Sampoerna Theater seperti film Stowaway (1936), Northern Pursuit (1943), Niagara (1952) yang dibintangi oleh Marlyn Monroe (peraih Golden Globe award tahun 1961). Selain difungsikan sebagai tempat pemutaran film, berbagai pentas budaya seperti sirkus China dari Shanghai maupun drama dari Beijing dan Hongkong digelar disini. Tidak mengherankan bila Sampoerna Theater menjadi satu-satunya gedung pertunjukan di Surabaya yang memiliki panggung berputar dan lantai buatan untuk efek khusus. Charlie Chaplin mengunjungi teater ini ketika ia datang ke Surabaya tahun 1932. Gedung bioskop ini juga pernah digunakan oleh Dr. Ir. Soekarno, yang nantinya menjadi presiden pertama Indonesia, untuk serangkaian pidato-pidato untuk mendukung perlawanan Indonesia terhadap penjajah.

Poster Film Nasional

Pada masanya, Sampoerna Theater juga merupakan satu-satunya bioskop di Surabaya yang memberikan penawaran menarik bagi para penonton, yaitu dengan diadakannya undian berhadiah. Pengundian dilakukan oleh portir dengan mengundi nomor seri yang tertera pada karcis masuk. Berbeda dengan bioskop lain yang mayoritas portirnya laki-laki, kebanyakan portir yang bertugas di Sampoerna Theater adalah perempuan. Sampoerna Theater berhenti beroperasi di tahun 1963 karena auditorium sentral difungsikan menjadi tempat pelintingan tembakau.

Poster Film Asing

Indahnya Lampu Malam di Suramadu

Suramadu di Malam hari

Momen mudik 2011 ini saya manfaatkan untuk mencoba jembatan Suramadu. Sesuai dengan namanya, jembatan ini menghubungkan kota Surabaya dengan Pulau Madura. Dengan tarif 30ribu untuk mobil, kami pun melintas ke Madura untuk mencoba mulusnya aspal jembatan ini. Jadi untuk mencoba jembatan ini, kami harus mengeluarkan uang sebesar 60rb untuk pulang pergi. Berhenti di tengah jembatan ini sebenarnya dilarang, karena memang bisa mengganggu lalu lintas. Patroli rutin pun digelar untuk memastikan bahwa tidak ada orang yang berhenti di jembatan dan juga untuk memastikan tidak ada pencurian lampu jalan. Masalah pencurian lampu ini kerap kali terjadi di awal beroperasinya jembatan ini. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, maka kami pun memilih malam hari untuk ke Suramadu agar bisa agak tenang untuk berfoto-foto 🙂 Apalagi tata cahaya jembatan Suramadu di malam hari sangat indah, dengan sorot lampu yang berubah-ubah warnanya. Sebelum memasuki jembatan, terdapat LED display yang menayangkan informasi arah dan kecepatan angin yang berhembus. Apabila angin dianggap terlalu berbahaya, pintu toll Suramadu untuk sepeda motor akan ditutup untuk sementara waktu demi keselamatan.

LED display Angin Suramadu

Berikut 5 fakta menarik tentang jembatan Suramadu :

  1. Merupakan jembatan terpanjang di Indonesia saat ini dengan total panjang 5,438 KM.
  2. Butuh waktu 6 tahun untuk membangun. Awal pembangunan jembatan ini diresmikan oleh mantan Presiden Ibu Megawati pada 20 Agustus 2003, dan dibuka oleh Presiden SBY pada 10 Juni 2009.
  3. Dana yang dibutuhkan untuk membangun Suramadu adalah 4,5 Trilyun Rupiah.
  4. Bentang tengah Suramadu memiliki ketinggian 35 m, yang dimaksudkan sebagai ruang bebas bagi kapal untuk melintas selat Madura.
  5. Dengan sebagian besar pendanaan berasal dari pinjaman pemerintah China, kontraktor yang menggarap jembatan ini pun juga berasal dari China, dengan bantuan konsorsium kontraktor BUMN.